Kamis, 08 Juli 2010

Hobi tidur--> hobi tidur kronik eksaserbasi akut

Saya memiliki hobi tidur, tidak sedikit temen-temen mengetahui hobi saya, dan kadang itu mengganggu aktivitas saya. Setiap saat kala rasa ngantuk itu datang kapan pun saya bisa tidur, bahkan dimana pun, tak jarang ketika makan
saya potong untuk tidur dulu, entah penyakit apa yang ada pada saya, tapi saya yang lebih kenal diri saya mencoba mencari etiologinya, dan mungkin motivasi untu bergerak saya yang kurang, hanya sedikit berbagi dari kisah yang saya baca, semoga saya bisa terus bergerak dan dapat mengalahkan hobi yang aneh itu.

Silahkan di ambil hikmahnya....
Dua ekor rusa tampak berlari kecil menelusuri semak belukar menuju puncak bukit. Sesekali, sang induk dan anak rusa ini berhenti sebentar, kemudian berlari lagi. Anak rusa tampak kelelahan mengikuti gerakan rusa induk.
“Bu, kenapa istirahatnya sebentar sekali?” tanya si anak rusa sambil terengah-engah. Jarak antara keduanya pun mulai tampak lebih jauh.
Menyadari itu, sang induk rusa berhenti sebentar sambil menggerak-gerakkan kaki-kakinya. ”Ayo nak, terus bergerak!” teriak sang induk rusa ketika anak rusa ikut berhenti dan terduduk lemas.
”Bu, kenapa kita tidak duduk-duduk sebentar? Bukankah pemburu yang mengejar kita sudah tertinggal jauh?” tanya sang anak rusa sambil sesekali mengatur nafas.
”Anakku,” sapa sang induk rusa sambil menghampiri anaknya. ”Kita bergerak bukan karena semata-mata kejaran sang pemburu. Kita harus terus bergerak karena seisi alam raya ini memang dirancang Tuhan untuk selalu bergerak!”
***
Siapa pun kita, tidak selalu berada dalam keadaan seperti yang diinginkan: pencapaian target hidup yang serba mudah, sarana yang selalu mudah tersedia, dan sebagainya.
Ada kalanya, hidup menyuguhkan sisi lain, jauh seperti keadaan yang diinginkan. Saat itulah, fisik dan batin menjadi teramat lelah seperti sehabis berlari dari kejaran pemburu yang menginginkan kematian kita.
Kelelahan itu menuntut fisik dan batin kita untuk berhenti bergerak. Diam, dan melupakan segalanya.
Perhatikanlah, bahwa sebenarnya, di saat lelah itulah, fisik dan batin kita perlu terus bergerak. Bukankah air sungai akan menjadi kotor ketika alirannya tidak lagi bergerak. Bukankah bumi dan seisi alam ini akan hancur ketika mereka tidak mau lagi bergerak. (muhammadnuh@eramuslim.com)


Bandar Lampung , 2 Juni 2010

1 komentar: